Senin, 23 Januari 2017

Aku Takut Jatuh Cinta

Hai.. Perkenalkan namaku Ririn Dwi Oktora, aku biasa di panggil Okta. Aku Seorang wanita yg terlahir biasa, jauh dari kata sempurna. Aku hidup dalam keluarga yang sederhana, namun aku sangat bersyukur  hidup di tengah-tengah keluarga ini.
            Sejak duduk di bangku SMA, aku sudah mulai belajar untuk mandiri, yah.. meskipun masih dengan bantuan orangtua. Tapi aku bersyukur aku bisa mengurangi sedikit beban orangtua ku.
            Hemm, aku mau bercerita sedikit tentang kehidupan asmaraku ketika SMA.  Ketika itu, Aku masih duduk di bangku SMA. Kebetulan pas semester akhir, ada siswa baru pindahan dari Surabaya. Sebut saja Rendra.  Sejak dia hadir, kelas selalu heboh. Yah.. karena dia "cukup" tampan, bisa di bilang miriplah sama aktor-aktor korea yg sering muncul di drama-drama Korea.  Hampir semua wanita di kelasku mengidolakannya. Tapi tidak termasuk Aku. Karena dulu aku selalu berfikir, "Pria tampan, kebanyakan tidak baik". Dia bagaikan primadona di tengah-tengah pengagumnya. Tapi ternyata, yang aku fikirkan salah, dia lelaki yg baik. Sampai suatu hari, dia memintaku untuk menjadi "Pacar" nya. Aku pun tak menyangka, kenapa dia bisa memilih aku??? Padahal wanita-wanita yang menyukainya pun lebih dari aku. Mereka cantik, kaya, pintar,  dan segalanya lebih dari aku.  Tapi ternyata.. Ketika itu, aku pun punya sedikit rasa kepadanya. Aku yang awalnya berkomitmen untuk tidak berpacaran, akhirnya luluh dan mau menerimanya (itupun sangat sulit bagiku, antara prinsip atau hati). Hubungan kami berjalan seperti biasa, seperti teman biasa.. Meskipun status "berpacaran". Kami tak pernah pergi berkencan "ngdate", jalan-jalan, bahkan pegangan tangan pun rasanya tidak pernah. Cukup saling memberi perhatian :) , tidak lebih! Seperti kebanyakan pasangan anak muda saat ini yang membuat hati miris melihat tingkah mereka ketika bersama.
            Setelah lulus sekolah, hubungan kami pun masih berlanjut. Singkat cerita, setelah sekian lama kami menjalin hubungan, kami pun berencana untuk menikah. Aku sudah dekat dengan keluarganya, begitupun dia.
            Di sisi lain, 1 tahun setelah kelulusan, akupun berniat untuk melanjutkan sekolah. Aku masuk di Perguruan Tinggi swasta di kota ku. Suatu ketika, aku bertemu dengan 1 orang pria, yang ternyata akhir nya menjadi teman sekelas ku di kampus. Sebut saja Fandy. Fandy, mahasiswa yang cukup cerdas. Tapi aku tak begitu menyukainya, karena aku rasa dia orang yang cuek, jutek dan angkuh!
            Kembali ke hubunganku dengan Rendra. Hubungan kami semakin dekat,  walaupun semakin banyak masalah yang kami hadapi. Terlebih semenjak dia bekerja di luar kota, kita jalani hubungan Longdistance dengan saling menjaga kepercayaan. Dengan kesibukan kami masing-masing, dan jarak yg cukup jauh.. Hubungan kami mulai renggang sedikit demi sedikit. Tapi di situ kami telah berkomitmen untuk menikah, yah walaupun slalu ada saja halangan yang membuat acara untuk lamaran & pernikahan kami di undur. Sampai akhirnya ada orang ke 3 yang merusak hubungan kami ber'2. Tepat di hari ulang tahunku, aku berharap mendapat kado terindah dari sang kekasih. Namun, di luar dugaan.. Aku mendapat kado yang sangat SPECIAL. Yang tidak akan pernah bisa aku lupakan. Ketika itu aku dan Rio (sahabatku) hendak menemuinya di tempat kerjanya (di luar kota) untuk memastikan hubungan kami. Karena sudah lama kami tidak berkomunikasi.  Tapi di situ aku mendapat kabar buruk dari teman sekantor & teman kost nya. Kabar yang membuat ku cukup "hancur". Aku mendapat kabar bahwa dia telah memiliki kekasih baru di lingkungan tempat kerjanya, bahkan kabar kabar buruk yang berbau negatif pun sempat aku dengar. Aku tak bisa menahan air mata ku untuk keluar membasahi pipi ku, aku yang sedari pagi belum makan pun tak nafsu untuk makan ketika mendengar berita itu, meskipun hari telah gelap. Badan ku lemas, pikiran ku kacau!!!
            Beberapa minggu kemudian, kamipun berdamai dan Rendra menceritakan kesalahpahaman kami. Hubungan kami mulai membaik, tapi ternyata.. Aku di bohongi!!! Dia tetap berhubungan dengan wanita itu, tanpa memikirkan aku.. Calon Isteri nya! :'(
            Dengan kebohongan-kebohongan dan sikapnya yang selalu mebuatku SAKIT, aku pun tak mau lagi berhubungan dengannya. Rencana indah kita pun akhir nya musnah. Beberapa bulan kemudian diapun menikah dengan wanita itu. Wanita yang baru saja dia kenal, tanpa tahu asal muasal wanita tersebut. Tetapi meski telah menikah, dia tetap menghubungiku dan mengatakan bahwa dia terpaksa menikah dengan wanita itu. Itu bukan keinginannya. Dan dia selalu berkata bahwa dia masih mencintai dan menyayangiku sampai kapanpun. Tapi aku sudah tak peduli!! Aku sudah bosan di teror dan di ganggu oleh wanita yang kini menjadi istri nya.
            Dari situ, aku mulai menutup hati. Sulit rasanya untuk mencintai & mempercayai lagi seorang laki-laki. Dari pengalaman ini, aku bisa mengambil hikmahnya. Ternyata dia bukan pria yang terbaik untukku. Dan aku yakin Allah telah menyediakan seorang pangeran yang terbaik untukku. Aku mulai lebih mendekatkan diriku kepada Sang Pencipta dan menyadari bahwa semua ini adalah ujian untuk ku. Meskipun butuh waktu lama untuk bisa move on dan melupakan Rendra, namun akhirnya aku berhasil menghilangkan segala perasaan yg pernah bersemayam dalam hati ini untuk Rendra.
 
Sampai akhirnya…
            Ntah kenapa aku rasa ada yang beda. Perasaan ku terhadap Fandy, teman kampus ku sedikit berbeda. Aku memang sebeel sama dia, tapi ntah kenapa aku juga suka dia! Apa mungkin aku jatuh cinta??
 
            Tapi aku takut.. Takut di kecewakan k'2 kali nya oleh seorang laki-laki, terlebih Fandy pun sudah mempunyai kekasih. Ku kira itu hanya perasaan biasa, namun ternyata hari ke hari aku makin menyukai dan sering memperhatikannya. *dengerin deh lagunya nirina, hari ini,esok dst. Itu banget deh*
Tuhan.. Tolong aku! Aku takut.. Aku takut jatuh cinta!!!
            Singkat cerita, Fandy putus dengan kekasihnya. Terlihat dari wajah nya yang sedikit berbeda. Terlihat lebih murung..
            Aku bingung apa yang harus aku lakukan agar dia tahu perasaan ku, dan akupun tahu perasaannya. Aku biarkan saja perasaan ini mengalir apa adanya..
Hmmm, ngomong-ngomong nih ternyata di kelas juga ada yang menyukaiku. Mereka menyatakan langsung perasaannya kepada ku. Tapi.. Mana mungkin? Aku tak mempunyai perasaan yang sama dengan mereka. Hatiku tetap berharap pada Fandy. Pria yang membuatku kembali merasakan rasanya “jatuh cinta”.
Fandy..
Ya, dialah yang membuatku mulai melupakan masa lalu ku. Membuat ku bangkit dari keterpurukan. Membuat ku lebih semangat menjalani hari.  Tapi aku malu, aku merasa tak pantas mencintainya. Aku dan dia bagaikan langit dan bumi. Aku terlalu banyak kekurangan.. Tak sperti dia.
Akupun tak tahu, mengapa aku bisa sampai mencintai dia?
Mungkin ini yang namanya cinta..
Kepribadian nya membuat ku terpesona, sikap lembut dan sopan santunnya kepada yang lebih tua membuat ku selalu kagum melihatnya.
Hhhh,
Akhir-akhir ini.. Aku cukup bahagia \(´`)/
Kenapa???
Karena aku perhatikan, Fandy sudah mulai berubah..
Aku rasa dia kadang memperhatikanku. Karena aku sering memergokinya sedang menatapku. Jujur, aku senang.. Tak jarang mata kami pun bertemu, dan aku merasakan getaran2 yg berbeda..
Dia.. Ku rasa, dia pun menyukai ku!
Bukan ke Pd’an sih.. Tapi itu hasil dari analisis ku. Heheee
Dari sikap nya, aku rasa begitu. Tapi, terkadang aku pesimis lagi ketika cuek nya mulai kambuh.. :|
Fandy, fandy..
Slalu nama itu yang ku ingat,
Ku slalu berdo'a .. Berharap dialah jodoh ku. Imam bagi ku. Pendamping dalam hidupku, yg mampu menuntunku ke arah yg lebih baik.  Slalu ku sebut nama nya dalam setiap doa-doa yang ku panjatkan..
Mungkin ini lagu yg mewakili perasaan ku saat ini..
Afgan~Jodoh pasti bertemu
Andai engkau tahu
Betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam do’a ku
Ku tahu tak mudah
Menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku
Takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu,
jodoh pasti bertemu
---------------------------
Entah sampai kapan aku sanggup menunggumu,
Menanti kata-kata yang ku harap itu keluar dari bibirmu..
"Maukah kau menjadi pendamping hidup ku..?"
Ahh...
Rasanya pasti sangat bahagia, jika aku bisa menjadi milik mu :)
---------------------------
Beri aku tanda, jika kamu memiliki perasaan yang sama denganku..
Aaaaahhhh
Andai Kamu tahu isi hati ku,,
Hingga kini..
Hanya 1 harapan ku
"Berjodoh dengan mu"
Dan membentuk keluarga yg Sakinah bersamamu,.


Satu tahun telah berlalu... kini aku tahu bahwa Fandy memang mempunyai perasaan yang lain terhadapku. Bahasa tubuhnya berbeda dari teman-temanku yang lainnya. Dia terlihat salah tingkah bila kupergoki dia saat menatapku. Ku buka jejaring sosialnya pun, terkadang kurasa yang ia tulis adalah untukku. Namun dia tak pernah menyatakan perasaannya secara langsung. Yah, aku tahu apa sebabnya... itu memang sesuai dengan kepribadiannya, dan justru itu yang membuat aku tertarik kepadanya. 
Rasa sayangku terhadapnya yang teramat sangat, namun karena ketidakmampuan dan ketidakmungkinan ku untuk menyampaikannya... membuat aku tersiksa. Sampai suatu hari aku ingin memberinya sebuah hadiah untuknya. Aku pergi ke sebuah Mall dan mencari sesuatu yang sekiranya cocok untuk aku berikan kepada Fandy. Setelah berkeliling akhirnya aku menemukan sebuah jam tangan yang aku rasa cocok untuk aku berikan. Kenapa jam tangan? Karena aku perhatikan dari dulu biasanya dia memakai jam tangan, namun tidak untuk akhir-akhir ini. Tapi jam tangan itu tak lantas aku berikan, aku mencari cara bagaimana agar dia bisa menerima pemberianku tanpa mengetahui bahwa itu pemberian dariku. Akhirnya aku memutuskan untuk menitipkannya kepada temanku, dan ku meminta agar semua ini dirahasiakan. Beruntung, temanku mau melakukannya... iapun memberikan jam tangan itu kepada Fandy dengan mengatakan bahwa itu adalah darinya.
Sangat-sangat bahagia yang kurasakan saat Fandy memakai jam tangan pemberianku, meskipun dia tak tahu bahwa itu dariku.
Semakin hari kami semakin dekat, dekat sebagai teman pastinya... Sampai akhirnya aku mendapat kabar tentang rencana pernikahan Fandy. Mungkin bisa kalian bayangkan bagaimana rasanya jadi aku. Saat orang yang kita cintai, orang yang kita yakini bahwa dia juga memiliki rasa yang sama dengan kita, orang yang kita harapkan untuk menjadi pasangan kita, ternyata akan melangsungkan pernikahan dengan orang lain. Terasa seperti tersambar petir di siang bolong (kalo kata orang sih begitu :D)! Sakitnya tuh disiniiiiiiiiiiiiiiii *sambilpegangdada*. Hancur sekali hati ini… Aku jadi teringat masa lalu, ketika ada seorang lelaki yang hendak melamarku.. namun aku enggan, karena aku terlalu berharap bahwa Fandy yang kelak akan melamarku.

Setiap detik, menit, aku berusaha mencoba melupakannya… mencoba menyadari dan memahami bahwa sesuatu yang kita inginkan belum tentu menjadi milik kita. Tapi ternyata sulit! Tak semudah membalikan telapak tangan.. melupakan sesorang dan mencoba menghapus rasa yang selama ini terpendam dalam hati ini sangat sulit. Tapi aku terus berusaha, agar aku tak berlarut-larut dalam kesedihan dan kekecewaan ini. Aku mulai introspeksi diri, mencoba menghibur diri, dan menyadari bahwa selama ini aku salah. Aku terlalu percaya diri dan ‘GR’ ketika aku meyakini bahwa Fandy juga mencintaiku. Aku mulai membagi apa yang aku rasa ini kepada sahabatku, tempat berbagi cerita saat aku suka ataupun duka. Memang sulit untuk melupakan seseorang yang special bagi kita, terlebih untuk orang sepertiku. Ketika mencintai seseorang, akan sulit melupakannya meskipun kita bukan siapa-siapanya. Yah.. sudahlah, ini memang takdir-Nya. Aku yakin bahwa ini semua adalah yang terbaik untuk ku dan Fandy, meskipun semua ini menyakitkan.
Hingga akhirnya kartu undangan pernikahan Fandy pun sampai di rumahku….!!!
 (*To be Continue....)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar