Hai.. Perkenalkan namaku Ririn Dwi Oktora, aku biasa
di panggil Okta. Aku Seorang wanita yg terlahir biasa, jauh dari kata sempurna.
Aku hidup dalam keluarga yang sederhana, namun aku sangat bersyukur hidup di tengah-tengah keluarga ini.
Sejak duduk di bangku SMA, aku sudah
mulai belajar untuk mandiri, yah.. meskipun masih dengan bantuan orangtua. Tapi
aku bersyukur aku bisa mengurangi sedikit beban orangtua ku.
Hemm,
aku mau bercerita sedikit tentang kehidupan asmaraku ketika SMA. Ketika itu, Aku masih duduk di bangku SMA.
Kebetulan pas semester akhir, ada siswa baru pindahan dari Surabaya. Sebut saja
Rendra. Sejak dia hadir, kelas selalu
heboh. Yah.. karena dia "cukup" tampan, bisa di bilang miriplah sama
aktor-aktor korea yg sering muncul di drama-drama Korea. Hampir semua wanita di kelasku mengidolakannya.
Tapi tidak termasuk Aku. Karena dulu aku selalu berfikir, "Pria tampan, kebanyakan
tidak baik". Dia bagaikan primadona di tengah-tengah pengagumnya. Tapi ternyata,
yang aku fikirkan salah, dia lelaki yg baik. Sampai suatu hari, dia memintaku
untuk menjadi "Pacar" nya. Aku pun tak menyangka, kenapa dia bisa
memilih aku??? Padahal wanita-wanita yang menyukainya pun lebih dari aku. Mereka
cantik, kaya, pintar, dan segalanya
lebih dari aku. Tapi ternyata.. Ketika
itu, aku pun punya sedikit rasa kepadanya. Aku yang awalnya berkomitmen untuk tidak
berpacaran, akhirnya luluh dan mau menerimanya (itupun sangat sulit bagiku,
antara prinsip atau hati). Hubungan kami berjalan seperti biasa, seperti teman
biasa.. Meskipun status "berpacaran". Kami tak pernah pergi berkencan
"ngdate", jalan-jalan, bahkan pegangan tangan pun rasanya tidak
pernah. Cukup saling memberi perhatian :) , tidak lebih! Seperti kebanyakan pasangan anak muda saat ini yang membuat hati miris melihat tingkah mereka ketika bersama.
Setelah
lulus sekolah, hubungan kami pun masih berlanjut. Singkat cerita, setelah sekian
lama kami menjalin hubungan, kami pun berencana untuk menikah. Aku sudah dekat
dengan keluarganya, begitupun dia.
Di
sisi lain, 1 tahun setelah kelulusan, akupun berniat untuk melanjutkan sekolah.
Aku masuk di Perguruan Tinggi swasta di kota ku. Suatu ketika, aku bertemu dengan
1 orang pria, yang ternyata akhir nya menjadi teman sekelas ku di kampus. Sebut
saja Fandy. Fandy, mahasiswa yang cukup cerdas. Tapi aku tak begitu menyukainya,
karena aku rasa dia orang yang cuek, jutek dan angkuh!
Kembali
ke hubunganku dengan Rendra. Hubungan kami semakin dekat, walaupun semakin banyak masalah yang kami
hadapi. Terlebih semenjak dia bekerja di luar kota, kita jalani hubungan
Longdistance dengan saling menjaga kepercayaan. Dengan kesibukan kami
masing-masing, dan jarak yg cukup jauh.. Hubungan kami mulai renggang sedikit
demi sedikit. Tapi di situ kami telah berkomitmen untuk menikah, yah walaupun
slalu ada saja halangan yang membuat acara untuk lamaran & pernikahan kami
di undur. Sampai akhirnya ada orang ke 3 yang merusak hubungan kami ber'2.
Tepat di hari ulang tahunku, aku berharap mendapat kado terindah dari sang kekasih.
Namun, di luar dugaan.. Aku mendapat kado yang sangat SPECIAL. Yang tidak akan
pernah bisa aku lupakan. Ketika itu aku dan Rio (sahabatku) hendak menemuinya
di tempat kerjanya (di luar kota) untuk memastikan hubungan kami. Karena sudah
lama kami tidak berkomunikasi. Tapi di
situ aku mendapat kabar buruk dari teman sekantor & teman kost nya. Kabar yang
membuat ku cukup "hancur". Aku mendapat kabar bahwa dia telah memiliki kekasih baru di lingkungan tempat kerjanya, bahkan kabar kabar buruk yang berbau negatif pun sempat aku dengar. Aku tak bisa menahan air mata ku untuk keluar
membasahi pipi ku, aku yang sedari pagi belum makan pun tak nafsu untuk makan
ketika mendengar berita itu, meskipun hari telah gelap. Badan ku lemas, pikiran
ku kacau!!!
Beberapa
minggu kemudian, kamipun berdamai dan Rendra menceritakan kesalahpahaman kami.
Hubungan kami mulai membaik, tapi ternyata.. Aku di bohongi!!! Dia tetap
berhubungan dengan wanita itu, tanpa memikirkan aku.. Calon Isteri nya! :'(
Dengan
kebohongan-kebohongan dan sikapnya yang selalu mebuatku SAKIT, aku pun tak mau
lagi berhubungan dengannya. Rencana indah kita pun akhir nya musnah. Beberapa
bulan kemudian diapun menikah dengan wanita itu. Wanita yang baru saja dia
kenal, tanpa tahu asal muasal wanita tersebut. Tetapi meski telah menikah, dia
tetap menghubungiku dan mengatakan bahwa dia terpaksa menikah dengan wanita
itu. Itu bukan keinginannya. Dan dia selalu berkata bahwa dia masih mencintai
dan menyayangiku sampai kapanpun. Tapi aku sudah tak peduli!! Aku sudah bosan
di teror dan di ganggu oleh wanita yang kini menjadi istri nya.
Dari situ, aku mulai menutup hati. Sulit
rasanya untuk mencintai & mempercayai lagi seorang laki-laki. Dari pengalaman
ini, aku bisa mengambil hikmahnya. Ternyata dia bukan pria yang terbaik
untukku. Dan aku yakin Allah telah menyediakan seorang pangeran yang terbaik untukku.
Aku mulai lebih mendekatkan diriku kepada Sang Pencipta dan menyadari bahwa
semua ini adalah ujian untuk ku. Meskipun butuh waktu lama untuk bisa move on dan melupakan Rendra, namun akhirnya aku berhasil menghilangkan segala perasaan yg pernah bersemayam dalam hati ini untuk Rendra.
Sampai akhirnya…
Ntah
kenapa aku rasa ada yang beda. Perasaan ku terhadap Fandy, teman kampus ku sedikit
berbeda. Aku memang sebeel sama dia, tapi ntah kenapa aku juga suka dia! Apa mungkin aku jatuh cinta??
Tapi
aku takut.. Takut di kecewakan k'2 kali nya oleh seorang laki-laki, terlebih Fandy
pun sudah mempunyai kekasih. Ku kira itu hanya perasaan biasa, namun ternyata
hari ke hari aku makin menyukai dan sering memperhatikannya. *dengerin deh
lagunya nirina, hari ini,esok dst. Itu banget deh*
Tuhan.. Tolong aku! Aku takut.. Aku takut
jatuh cinta!!!
Singkat cerita, Fandy putus dengan
kekasihnya. Terlihat dari wajah nya yang sedikit berbeda. Terlihat lebih
murung..
Aku
bingung apa yang harus aku lakukan agar dia tahu perasaan ku, dan akupun tahu perasaannya.
Aku biarkan saja perasaan ini mengalir apa adanya..
Hmmm, ngomong-ngomong nih ternyata di kelas juga ada
yang menyukaiku. Mereka menyatakan langsung perasaannya kepada ku. Tapi.. Mana
mungkin? Aku tak mempunyai perasaan yang sama dengan mereka. Hatiku tetap
berharap pada Fandy. Pria yang membuatku kembali merasakan rasanya “jatuh
cinta”.
Fandy..
Ya, dialah yang membuatku mulai melupakan masa lalu
ku. Membuat ku bangkit dari keterpurukan. Membuat ku lebih semangat menjalani
hari. Tapi aku malu, aku merasa tak
pantas mencintainya. Aku dan dia bagaikan langit dan bumi. Aku terlalu banyak
kekurangan.. Tak sperti dia.
Akupun tak tahu, mengapa aku bisa sampai mencintai
dia?
Mungkin ini yang namanya cinta..
Kepribadian nya membuat ku terpesona, sikap lembut
dan sopan santunnya kepada yang lebih tua membuat ku selalu kagum melihatnya.
Hhhh,
Akhir-akhir ini.. Aku cukup bahagia \(´▽`)/
Kenapa???
Karena aku perhatikan, Fandy sudah mulai berubah..
Aku rasa dia kadang memperhatikanku. Karena aku sering
memergokinya sedang menatapku. Jujur, aku senang.. Tak jarang mata kami pun
bertemu, dan aku merasakan getaran2 yg berbeda..
Dia.. Ku rasa, dia pun menyukai ku!
Bukan ke Pd’an sih.. Tapi itu hasil dari analisis
ku. Heheee
Dari sikap nya, aku rasa begitu. Tapi, terkadang aku
pesimis lagi ketika cuek nya mulai kambuh.. :|
Fandy, fandy..
Slalu nama itu yang ku ingat,
Ku slalu berdo'a .. Berharap dialah jodoh ku. Imam bagi
ku. Pendamping dalam hidupku, yg mampu menuntunku ke arah yg lebih baik. Slalu ku sebut nama nya dalam setiap doa-doa
yang ku panjatkan..
Mungkin ini lagu yg mewakili perasaan ku saat ini..
Afgan~Jodoh pasti bertemu
Andai engkau tahu
Betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam do’a
ku
Ku tahu tak mudah
Menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku
Takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu,
jodoh pasti bertemu
---------------------------
Entah sampai kapan aku sanggup menunggumu,
Menanti kata-kata yang ku harap itu keluar dari
bibirmu..
"Maukah kau menjadi pendamping hidup
ku..?"
Ahh...
Rasanya pasti sangat bahagia, jika aku bisa menjadi
milik mu :)
---------------------------
Beri aku tanda, jika kamu memiliki perasaan yang
sama denganku..
Aaaaahhhh
Andai Kamu tahu isi hati ku,,
Hingga kini..
Hanya 1 harapan ku
"Berjodoh dengan mu"
Dan membentuk keluarga yg Sakinah bersamamu,.
Satu tahun telah berlalu... kini aku tahu bahwa
Fandy memang mempunyai perasaan yang lain terhadapku. Bahasa tubuhnya berbeda
dari teman-temanku yang lainnya. Dia terlihat salah tingkah bila kupergoki dia
saat menatapku. Ku buka jejaring sosialnya pun, terkadang kurasa yang ia tulis
adalah untukku. Namun dia tak pernah menyatakan perasaannya secara langsung.
Yah, aku tahu apa sebabnya... itu memang sesuai dengan kepribadiannya, dan
justru itu yang membuat aku tertarik kepadanya.
Rasa sayangku terhadapnya yang teramat sangat,
namun karena ketidakmampuan dan ketidakmungkinan ku untuk menyampaikannya...
membuat aku tersiksa. Sampai suatu hari aku ingin memberinya sebuah hadiah
untuknya. Aku pergi ke sebuah Mall dan mencari sesuatu yang sekiranya cocok
untuk aku berikan kepada Fandy. Setelah berkeliling akhirnya aku menemukan
sebuah jam tangan yang aku rasa cocok untuk aku berikan. Kenapa jam tangan?
Karena aku perhatikan dari dulu biasanya dia memakai jam tangan, namun tidak
untuk akhir-akhir ini. Tapi jam tangan itu tak lantas aku berikan, aku mencari
cara bagaimana agar dia bisa menerima pemberianku tanpa mengetahui bahwa itu
pemberian dariku. Akhirnya aku memutuskan untuk menitipkannya kepada temanku,
dan ku meminta agar semua ini dirahasiakan. Beruntung, temanku mau
melakukannya... iapun memberikan jam tangan itu kepada Fandy dengan mengatakan
bahwa itu adalah darinya.
Sangat-sangat bahagia yang kurasakan saat Fandy memakai jam tangan pemberianku,
meskipun dia tak tahu bahwa itu dariku.
Semakin
hari kami semakin dekat, dekat sebagai
teman pastinya... Sampai akhirnya aku mendapat kabar tentang rencana
pernikahan
Fandy. Mungkin bisa kalian bayangkan bagaimana rasanya jadi aku. Saat
orang yang
kita cintai, orang yang kita yakini bahwa dia juga memiliki rasa yang
sama
dengan kita, orang yang kita harapkan untuk menjadi pasangan kita,
ternyata
akan melangsungkan pernikahan dengan orang lain. Terasa seperti
tersambar petir
di siang bolong (kalo kata orang sih begitu :D)! Sakitnya tuh
disiniiiiiiiiiiiiiiii *sambilpegangdada*. Hancur sekali hati ini… Aku
jadi teringat masa lalu, ketika ada seorang lelaki yang hendak
melamarku..
namun aku enggan, karena aku terlalu berharap bahwa Fandy yang kelak
akan
melamarku.
Setiap detik, menit, aku berusaha mencoba melupakannya… mencoba
menyadari dan memahami bahwa sesuatu yang kita inginkan belum tentu menjadi
milik kita. Tapi ternyata sulit! Tak semudah membalikan telapak tangan..
melupakan sesorang dan mencoba menghapus rasa yang selama ini terpendam dalam
hati ini sangat sulit. Tapi aku terus berusaha, agar aku tak berlarut-larut
dalam kesedihan dan kekecewaan ini. Aku mulai introspeksi diri, mencoba
menghibur diri, dan menyadari bahwa selama ini aku salah. Aku terlalu percaya
diri dan ‘GR’ ketika aku meyakini bahwa Fandy juga mencintaiku. Aku mulai
membagi apa yang aku rasa ini kepada sahabatku, tempat berbagi cerita saat aku
suka ataupun duka. Memang sulit untuk melupakan seseorang yang special bagi
kita, terlebih untuk orang sepertiku. Ketika mencintai seseorang, akan sulit
melupakannya meskipun kita bukan siapa-siapanya. Yah.. sudahlah, ini memang
takdir-Nya. Aku yakin bahwa ini semua adalah yang terbaik untuk ku dan Fandy,
meskipun semua ini menyakitkan.
Hingga akhirnya kartu undangan pernikahan Fandy
pun sampai di rumahku….!!!
(*To be
Continue....)
Sangat-sangat bahagia yang kurasakan saat Fandy memakai jam tangan pemberianku, meskipun dia tak tahu bahwa itu dariku.







